Arah Pengembangan
Layanan Terpadu Desa Barengkok
Lima pilar layanan — pendidikan nonformal, pemberdayaan petani-peternak, dan kesejahteraan sosial — dalam satu kawasan terpadu, dengan pendekatan Ijazah + Keterampilan + Akhlak + Kepedulian.
Rencana — persiapan dan perizinan mulai November 2026; angkatan pertama kursus dan kesetaraan pada tahun ajaran 2027/2028. Nama lembaga adalah nama usulan dan dapat disesuaikan pada saat pengajuan izin.
01Latar Belakang
Kebutuhan yang belum terlayani
Desa Barengkok dihuni 10.315 jiwa dan sebagian besar warganya petani, buruh tani, dan peternak. Di desa ini belum terdapat lembaga kursus dan pelatihan, PKBM penyelenggara pendidikan kesetaraan, lembaga kesejahteraan sosial anak, maupun lembaga kesejahteraan sosial lanjut usia — warga yang membutuhkan harus menempuh jarak jauh, sehingga banyak yang akhirnya tidak mengakses layanan sama sekali.
- Rata-rata lama sekolah penduduk Kabupaten Bogor (2025) — belum tamat SMP
- 8,72 thRata-rata lama sekolah penduduk Kabupaten Bogor (2025) — belum tamat SMP
- Anak tidak sekolah di Kabupaten Bogor: putus sekolah, lulus tidak melanjutkan, dan belum pernah bersekolah
- 69.974Anak tidak sekolah di Kabupaten Bogor: putus sekolah, lulus tidak melanjutkan, dan belum pernah bersekolah
- Pengangguran terbuka Kabupaten Bogor (Agustus 2025) — tertinggi lulusan SMK 12,72% dan SMA 10,43%
- 7,69%Pengangguran terbuka Kabupaten Bogor (Agustus 2025) — tertinggi lulusan SMK 12,72% dan SMA 10,43%
- Untuk 116.144 penduduk Kecamatan Jasinga di 16 desa
- 6 PKBMUntuk 116.144 penduduk Kecamatan Jasinga di 16 desa
- Rumah tangga usaha pertanian Kabupaten Bogor dalam sepuluh tahun (Sensus Pertanian 2023)
- −7,07%Rumah tangga usaha pertanian Kabupaten Bogor dalam sepuluh tahun (Sensus Pertanian 2023)
Sumber: BPS Kabupaten Bogor (Keadaan Ketenagakerjaan Agustus 2025; Sensus Pertanian 2023); BPS via Databoks (2026); Kemendikdasmen — Data Anak Tidak Sekolah dan Data Referensi Pendidikan Masyarakat (diakses Oktober 2026); estimasi penduduk pertengahan 2024. Dirangkum dari Proposal Terpadu, Bab I dan IV.
02Model Layanan
Lima pilar layanan
Kelima pilar saling menguatkan: remaja putus sekolah dapat menempuh Paket B atau C sambil mengikuti kursus; anak dampingan LKS Anak bersekolah di sekolah formal atau PKBM; hasil panen kelompok tani-ternak diolah di dapur tata boga, lalu dipasarkan dengan bekal kursus kewirausahaan.
- 01
Dinas Pendidikan
LKP
Lembaga Kursus dan Pelatihan
Kursus keterampilan kerja bersertifikat di 8 bidang, termasuk tata boga dan kewirausahaan, dengan praktik bersama Mitra Praktik Usaha.
Tahun I: ± 315 peserta / tahun
- 02
Dinas Pendidikan
PKBM
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
Pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C serta pendidikan kecakapan hidup.
Tahun I: 85 warga belajar
- 03
Dinas Pertanian & Peternakan
Tani-Ternak Modern
Pembinaan Kelompok Pertanian dan Peternakan Modern
Pembinaan dan pelatihan kelompok tani dan ternak berbasis sekolah lapang.
Tahun I: 6 kelompok · ± 120 anggota
- 04
Dinas Sosial
LKS Anak
Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak
Pengasuhan, pendampingan, dan perlindungan anak berbasis keluarga.
Tahun I: 50 anak dan keluarganya
- 05
Dinas Sosial
LKS Lanjut Usia
Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia
Layanan harian, pendampingan, kesehatan dasar, dan bantuan lansia.
Tahun I: 60 lansia
- Pendataan sasaran
- Pendidikan & pelatihan
- Ujian & uji kompetensi
- Kerja · usaha · studi lanjut
03Lembaga Kursus dan Pelatihan
Delapan bidang kursus
Delapan bidang kursus berbasis praktik (sekitar 70% praktik dan 30% teori). Kursus Komputasi, Pertukangan, serta Media Periklanan dan Konten Kreator yang telah dirintis Lembaga Keterampilan Kerja diformalkan dan diperluas. Setiap peserta yang lulus didorong mengikuti uji kompetensi pada lembaga sertifikasi yang berwenang.
Komputer, IT & Coding
Aplikasi perkantoran, desain grafis, dasar pemrograman & web, pemasaran digital
- Durasi
- 3 bulan · 144 JP
- Kuota/angkatan
- 15 peserta
Prospek: Operator komputer, admin digital, programmer pemula, kreator konten
Tata Kecantikan (Salon)
Potong & tata rambut, perawatan wajah dan kulit, tata rias pengantin dasar
- Durasi
- 3 bulan · 120 JP
- Kuota/angkatan
- 8 peserta
Prospek: Kapster, perias, usaha salon rumahan
Tata Busana (Menjahit)
Membuat pola, menjahit busana muslim & seragam, permak, produksi konveksi
- Durasi
- 3 bulan · 120 JP
- Kuota/angkatan
- 10 peserta
Prospek: Penjahit, operator konveksi, usaha jahit mandiri
Pengelasan (Bengkel Las)
Las listrik SMAW & MIG, membaca gambar kerja, kanopi, pagar, teralis, K3
- Durasi
- 3 bulan · 160 JP
- Kuota/angkatan
- 10 peserta
Prospek: Juru las, tukang las konstruksi, bengkel las mandiri
Pertukangan Kayu & Bangunan
Furnitur dan kusen kayu, pasangan bata & plester, membaca gambar, K3
- Durasi
- 3 bulan · 144 JP
- Kuota/angkatan
- 10 peserta
Prospek: Tukang kayu/bangunan, mandor, usaha mebel
Bahasa Inggris & Bahasa Arab
Percakapan, tata bahasa, persiapan kerja/studi, bahasa Arab untuk Al-Qur'an dan umrah
- Durasi
- 4 bulan · 96 JP
- Kuota/angkatan
- 20 peserta
Prospek: Pemandu, staf layanan, persiapan studi/kerja, pendamping umrah
Tata Boga (Memasak)
Masakan Nusantara, kue dan roti, higiene dan keamanan pangan, menu bergizi, katering, kemasan
- Durasi
- 3 bulan · 120 JP
- Kuota/angkatan
- 12 peserta
Prospek: Juru masak, tenaga dapur katering dan dapur gizi, usaha kuliner rumahan
Kewirausahaan & UMKM Digital
Rencana usaha, pembukuan sederhana, legalitas (NIB, SPP-IRT, halal), pemasaran digital dan marketplace
- Durasi
- 2 bulan · 64 JP
- Kuota/angkatan
- 20 peserta
Prospek: Wirausaha mikro, pengelola UMKM, koperasi, dan BUMDes
105 peserta per angkatan · ± 3 angkatan per tahun
Praktik salon, pengelasan, pertukangan, tata boga, dan produksi jahit dilaksanakan di tempat usaha Mitra Praktik Usaha — pengusaha setempat yang menjadi anggota majelis pengajian, donatur, atau simpatisan yayasan — sehingga peserta berlatih dengan pekerjaan nyata di bawah bimbingan praktisi. Lulusan terbaik difasilitasi magang atau dibantu membuka usaha.
04Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
Pendidikan kesetaraan
Bagi anak tidak sekolah dan orang dewasa yang belum memiliki ijazah SD, SMP, atau SMA.
Kelas I–VI
Paket A
setara SD/MI
Anak usia sekolah yang putus/belum sekolah dan orang dewasa yang belum tamat SD
Target tahun I: 15 warga belajar
Kelas VII–IX
Paket B
setara SMP/MTs
Lulusan SD/Paket A yang tidak melanjutkan, remaja putus sekolah SMP
Target tahun I: 30 warga belajar
Kelas X–XII
Paket C
setara SMA/MA
Lulusan SMP/Paket B, pekerja dan orang dewasa yang membutuhkan ijazah SMA
Target tahun I: 40 warga belajar
- Kurikulum nasional pendidikan kesetaraan, ditambah muatan keterampilan yang terintegrasi dengan LKP, pendidikan agama, dan baca tulis Al-Qur'an.
- Tatap muka, tutorial, dan belajar mandiri dengan jadwal fleksibel — sore/malam dan akhir pekan — agar dapat diikuti warga yang bekerja.
- Ijazah Paket A/B/C diakui setara SD/SMP/SMA sesuai UU Sisdiknas Pasal 26 ayat (6).
- Seluruh warga belajar didaftarkan dalam Dapodik agar berhak atas program bantuan pemerintah yang tersedia.
05Pertanian & Peternakan Modern
Sekolah lapang petani-peternak
Petani dan peternak dibina dalam kelompok tani dan kelompok ternak dengan metode sekolah lapang: belajar langsung di lahan dan kandang percontohan, didampingi fasilitator dan penyuluh pertanian. Kotoran ternak diolah menjadi pupuk organik, sisa tanaman menjadi pakan ternak — biaya produksi turun dan limbah menjadi bernilai.
Target tahun I: 6 kelompok binaan (4 kelompok tani dan 2 kelompok ternak) dengan sekitar 120 anggota, ditambah kelas petani muda bagi pemuda desa.
- 01
Budidaya tanaman pangan modern
Produktivitas padi dan palawija meningkat
- 02
Hortikultura dan pertanian lahan sempit
Sumber pendapatan harian bagi keluarga dan pemuda
- 03
Penggemukan dan pembibitan domba/kambing
Bobot harian ternak dan angka kelahiran meningkat
- 04
Pakan ternak efisien
Biaya pakan lebih rendah
- 05
Pupuk organik dan pertanian terpadu
Berkurangnya ketergantungan pada pupuk kimia
- 06
Pascapanen, pengolahan, dan pemasaran
Nilai tambah dan harga jual lebih baik
- 07
Penguatan kelembagaan kelompok
Kelompok mandiri dan terdaftar
06Kesejahteraan Sosial
Anak & lanjut usia
LKS Anak
Sesuai Standar Nasional Pengasuhan Anak, pengasuhan berbasis keluarga diutamakan. Tahap awal berupa layanan non-residensial:
- Pendampingan dan dukungan keluarga bagi anak yatim, piatu, dan anak dari keluarga miskin agar tetap diasuh keluarganya.
- Bantuan pendidikan berupa perlengkapan sekolah dan santunan, terintegrasi dengan Bantuan Beasiswa Pendidikan.
- Bimbingan belajar, pembinaan akhlak, dan mengaji gratis setiap hari.
- Konseling, perlindungan, serta rujukan layanan kesehatan, administrasi kependudukan, dan bantuan sosial pemerintah.
Target tahun I: 50 anak dampingan beserta keluarganya
LKS Lanjut Usia
Pola layanan harian dan berbasis keluarga, sehingga lansia tetap tinggal bersama keluarga dan lingkungannya:
- Kegiatan harian: senam, pengajian dan majelis zikir, keterampilan ringan, serta kegiatan antargenerasi.
- Pemeriksaan kesehatan dasar berkala bersama Puskesmas dan Posyandu Lansia.
- Pendampingan dan kunjungan rumah bagi lansia yang sakit, hidup sendiri, atau terlantar.
- Bantuan sembako dan nutrisi, alat bantu (kursi roda, alat bantu jalan), serta rujukan bantuan sosial.
Target tahun I: 60 lansia penerima layanan rutin
07Proyeksi Tiga Tahun
Penerima manfaat
Proyeksi disusun berdasarkan kapasitas sarana dan SDM yang direncanakan, dengan asumsi pendanaan operasional terpenuhi. Belum termasuk anggota keluarga penerima manfaat.
- Tahun I630 orang
- Tahun II915 orang
- Tahun III1.240 orang
| Layanan | Tahun I | Tahun II | Tahun III |
|---|---|---|---|
| LKP — peserta kursus | 315 | 400 | 500 |
| PKBM — warga belajar | 85 | 150 | 220 |
| Kelompok tani-ternak — anggota | 120 | 200 | 300 |
| LKS Anak — anak dampingan | 50 | 75 | 100 |
| LKS Lansia — lansia terlayani | 60 | 90 | 120 |
| Jumlah penerima manfaat langsung | 630 | 915 | 1.240 |
08Sarana & Prasarana
Gedung Pendidikan & Asrama Santri
Kegiatan selama ini berjalan dengan ruang yang terbatas. Kelas kursus dan kesetaraan membutuhkan ruang belajar yang layak, guru dan pengelola belum memiliki ruang kerja yang memadai, dan sebagian santri tahfiz dari luar desa membutuhkan tempat tinggal agar dapat mengikuti pembinaan secara penuh. Di bagian belakang kompleks, sebelah barat gedung PAUD/TK, tersedia lahan 10 × 14 m.
- Gedung Pendidikan dan Asrama Santri, dua lantai, di lahan 10 × 14 m
- ± 171 m²Gedung Pendidikan dan Asrama Santri, dua lantai, di lahan 10 × 14 m
- Kapasitas asrama mukim beserta pembina (musyrif)
- ± 16 santriKapasitas asrama mukim beserta pembina (musyrif)
- Gedung PAUD/TK ditingkat: ruang komputer dan kelas Paket A/B/C
- 2 lantaiGedung PAUD/TK ditingkat: ruang komputer dan kelas Paket A/B/C
- Komputer praktik untuk kursus IT, coding, dan konten kreator
- 15 unitKomputer praktik untuk kursus IT, coding, dan konten kreator
Lantai 1 — Pendidikan
- Ruang kelas kursus dan keterampilan 40 m² (20 peserta)
- Perpustakaan / taman bacaan 7 m²
- Ruang guru 14 m²
- Ruang admin 7 m² — tata usaha, pendaftaran, Dapodik
- Toilet dan tempat wudhu
- Lapangan rumput dan kolam ikan di tengah
Lantai 2 — Asrama Santri
- Asrama santri 40 m² — ranjang susun dan loker
- Kamar santri dan kamar musyrif ± 25 m²
- Dapur dan toilet
- Balkon menghadap lapangan
Gedung PAUD/TK — lantai 2
- Ruang komputer 31,5 m² — 15 unit komputer
- Ruang kelas Paket A/B/C 31,5 m²
- Lantai 1 tetap untuk PAUD dan TK
- Tangga luar terpisah dari pintu kelas anak


Tahapan pembangunan
Gedung Pendidikan — Tahap I
Gambar kerja dan PBG, pondasi, seluruh struktur, plat lantai 2, penyelesaian lantai 1, lapangan dan kolam, perabot kelas dan kantor
± Rp 608.000.000
Gedung Pendidikan — Tahap II
Dinding dan atap lantai 2, dapur dan toilet asrama, listrik, penyelesaian asrama, perabot santri
± Rp 405.338.000
Gedung PAUD/TK — lantai 2
Kajian kekuatan struktur, perkuatan kolom dan pondasi, pembangunan lantai 2 (63 m²), tangga luar
Rp 397.600.000
Denah adalah rencana awal. Sebelum pembangunan, gambar kerja dan perhitungan struktur dibuat oleh tenaga ahli, dan pembangunan dilaksanakan setelah Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) terbit dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Lantai 2 gedung PAUD/TK hanya dibangun setelah kajian struktur, dan pekerjaan berat dijadwalkan saat libur sekolah.
09Peta Jalan
Tiga tahun pertama dan seterusnya
2026/2027
Tahun I
Perizinan, penyediaan sarana, rekrutmen, angkatan pertama seluruh layanan
Capaian: Seluruh lembaga berizin/terdaftar; angkatan I kursus dan kesetaraan berjalan; 6 kelompok tani-ternak terbentuk
2027/2028
Tahun II
Peningkatan mutu, uji kompetensi, produksi bersama Mitra Praktik Usaha, asrama santri mulai digunakan
Capaian: Lulusan pertama bersertifikat; pesanan jahit, salon, las, dan katering dikerjakan bersama mitra; produk olahan tani-ternak dipasarkan
2028/2029
Tahun III
Akreditasi lembaga, perluasan jangkauan ke desa sekitar di Kecamatan Jasinga
Capaian: Lembaga terakreditasi; menjadi pusat rujukan pendidikan nonformal dan sosial di wilayah barat Kabupaten Bogor
Visi
Jangka panjang
Pendidikan berkesinambungan dari PAUD hingga perguruan tinggi
Capaian: Jaringan Rumah Qur'an, Kampung Hijaiyyah, Sekolah Hijaiyyah, dan Pesantren Hijaiyyah; Hijaiyyah Farm, Training Center, dan Research Center
10Rencana Anggaran
Kebutuhan dana
Investasi sarana dan peralatan
Gedung pendidikan & asrama, lantai 2 PAUD/TK, peralatan delapan bidang kursus, PKBM, tani-ternak, LKS anak & lansia, legalitas
Rp 1.994.538.00048,0%
Operasional tahun pertama
Upah 20 tenaga (minimal UMK Kabupaten Bogor 2026, BPJS, THR), bahan praktik, uji kompetensi, santunan anak, sembako lansia
Rp 1.965.915.57547,3%
Cadangan
Biaya tak terduga 5%
Rp 198.023.0004,8%
Total kebutuhan dana
Rp 4.158.476.575
Harga satuan merupakan perkiraan harga pasar wilayah Bogor per Oktober 2026. Pelaksanaan dapat bertahap sesuai dana yang terhimpun. Biaya pengadaan tanah tidak termasuk karena lahan telah dikuasai yayasan.
Prioritas pelaksanaan bertahap
- 1Perizinan dan layanan sosial
- 2PKBM, pembinaan kelompok tani-ternak, dan kursus bersama Mitra Praktik Usaha
- 3Pembangunan gedung pendidikan Tahap I
- 4Lantai 2 gedung PAUD/TK dan gedung pendidikan Tahap II (asrama)
Sumber pendanaan
- Dana swadaya yayasan, infak, sedekah, zakat, dan wakaf dari masyarakat serta para dermawan
- Program CSR perusahaan dan lembaga filantropi (BAZNAS, LAZ, dan lainnya)
- Program bantuan pemerintah bagi lembaga yang telah berizin dan terdaftar
- Sinergi dengan program pemberdayaan Pemerintah Desa Barengkok
- Wakaf bangunan untuk gedung pendidikan dan asrama santri
- Hasil produksi bersama Mitra Praktik Usaha, jasa digital, hasil demplot, dan biaya kursus terjangkau dengan subsidi bagi warga kurang mampu
