Tobat Yuk, Pasti Untung!
Katalog Tobat Yuk, Pasti Untung!

Edisi Pembaruan · 2026

Tobat Yuk,Pasti Untung!

Dari Titik Nol Menuju Ampunan dan Hidayah-Nya

Kami mau pulang!
KaryaMaulana Amratulloh
AMRA Publishing
Mulai Membaca

Halaman Judul

Tobat Yuk, Pasti Untung!

Dari Titik Nol Menuju Ampunan dan Hidayah-Nya

Karya Maulana Amratulloh
Edisi pembaruan dari Jalan Tobat dan Raih Ampunan

Penulis
Maulana Amratulloh
Penerbit
AMRA Publishing
Yayasan Amratulloh International Academy
Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Situs
akademihijaiyyahindonesia.com
Edisi
Edisi Pembaruan, Cetakan Pertama, 2026
ISBN
Dalam proses pengajuan
Desain & ilustrasi
AMRA Publishing

Hak cipta © 2026 Maulana Amratulloh. Hak cipta dilindungi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari penulis dan penerbit, kecuali kutipan singkat untuk keperluan dakwah, pendidikan, dan resensi dengan menyebutkan sumbernya.

Pembuka

Kata Pengantar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Segala puji bagi Allah, Dzat yang pintu ampunan-Nya tidak pernah dikunci selama matahari belum terbit dari barat. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh umatnya yang terus berjuang memperbaiki diri.

Buku ini adalah edisi pembaruan dari Jalan Tobat dan Raih Ampunan. Isinya kami susun ulang agar mengalir seperti sebuah perjalanan pulang: berangkat dari titik nol ketika hati mulai rindu kepada Allah, lalu memperbarui ikrar syahadat, meluruskan niat, berani berhijrah, mempraktikkan tobat langkah demi langkah, hingga menjaga istiqamah lewat doa-doa harian.

Mengapa judulnya Tobat Yuk, Pasti Untung!? Karena Allah sendiri yang menjanjikannya: “Bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung” (QS. An-Nur: 31). Tobat bukan cerita tentang orang yang kalah. Tobat adalah keputusan paling cerdas seorang hamba: menukar dosa dengan ampunan, keburukan dengan kebaikan, dan gelisah dengan tenang.

Supaya terasa ringan dan dekat dengan keseharian, perjalanan ini ditemani tiga tokoh komik: Untung (pemuda perantauan yang galau karena terlanjur jauh dari iman), Ida (gadis muda yang hatinya hampa dan awalnya belum berhijab dengan alasan “tunggu dapat hidayah dulu”), serta Ustadz Nur (pembimbing bijak yang sabar menuntun mereka pulang). Bisa jadi kisah Untung dan Ida adalah cermin perjalanan hati kita sendiri.

Semoga Allah menerima tobat penulis, pembaca, dan siapa pun yang ikut menyebarkan kebaikan buku ini. Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

Kabupaten Bogor, Jumadil Awal 1448 H / Oktober 2026
Maulana Amratulloh

Peta Perjalanan

Daftar Isi

  1. Kata Pengantar
  2. Kenalan dengan Untung, Ida & Ustadz Nur
  3. Bagian SatuTitik Nol: Saat Hati Ingin Pulang
    1. 1Tobat Sebelum Telat
    2. 2Tobat Itu Pasti Untung!
  4. Bagian DuaIkrar: Kembali ke Janji Pertama
    1. 3Ingat! Kembali ke Ikrarmu
    2. 4Tujuh Gerigi Kunci Surga
  5. Bagian TigaNiat: Mesin Penggerak Amal
    1. 5Tidak Ada Amal Tanpa Niat
    2. 6Untung atau Buntung? Niat yang Menentukan
    3. 7Mengenal Hadis Niat dan Perawinya
  6. Bagian EmpatHijrah: Melangkah Walau Lelah
    1. 8Hijrah dan Perubahan
    2. 9Dunia, Oh Dunia…
  7. Bagian LimaPraktik: Tobat Langkah demi Langkah
    1. 10Empat Anak Tangga Tobat Nasuha
    2. 11Bersuci: Pintu Pertama Menuju Ampunan
    3. 12Shalat Taubat, Shalat Hajat, dan Sujud Syukur
  8. Bagian EnamIstiqamah: Menjaga Untung Tetap Mengalir
    1. 13Doa Harian Sang Pejuang Tobat
    2. 14Doa untuk Keluarga dan Negeri
    3. 15Mutiara Hikmah
  9. Penutup: Untung Sudah Pulang
  10. Rujukan
  11. Tentang Penulis & Penerbit

Sebelum Berangkat

Kenalan dengan Untung, Ida & Ustadz Nur

Tokoh Utama 1

Untung

Pemuda perantauan yang lelah mengejar dunia. Hatinya galau dan tak pernah tenteram karena merasa sudah terlanjur jauh dari Allah dan iman.

Tokoh Utama 2

Ida

Gadis muda yang tampak ceria di luar namun hampa di dalam. Awalnya belum berhijab dengan alasan “tunggu dapat hidayah dulu, yang penting hatinya baik.”

Pembimbing

Ustadz Nur

Sosok guru yang hangat, sabar, dan tidak menghakimi. Menuntun Untung dan Ida kembali menemukan damai dalam tobat dan ketaatan.

Seri Webtoon · Episode 00

Prolog: Dua Hati yang Galau & Alasan 'Belum Dapat Hidayah'

HAMPA & GELISAH...

Di tengah gemerlap lampu kota, dua sahabat masa kecil—Untung dan Ida—duduk merenung usai pulang kerja. Di luar mereka tampak baik-baik saja, namun batin keduanya gersang.

UntungDa… jujur deh. Namaku sih Untung, tapi kok hati rasanya buntung terus ya? Gaji habis, nongkrong sudah, hiburan penuh, tapi tiap malam dada ini sesak, gelisah, dan nggak pernah merasa tenteram.

IdaSama, Tung… Aku juga sering nangis sendiri kalau malam. Rasanya hidupku kosong dan nggak ada damainya. Mungkin karena kita sudah terlanjur jauh banget dari Allah dan iman kali ya…

ALASAN KLASIK!

UntungApa kita coba ikut pengajian di masjid dekat sini dan mulai bertobat ya, Ida? Sekalian kamu mulai belajar berhijab gitu…

IdaIh, kalau soal berhijab nanti dulu deh, Tung! Aku kan belum dapat hidayah! Lagian aku belum siap, takut dibilang munafik sama teman-teman. Kan yang penting hatinya dulu dihijabi, nggak usah buru-buru bungkus luarnya!

TEGURAN LEMBUT

Langkah mereka terhenti di depan serambi masjid. Ustadz Nur yang baru selesai merapikan mushaf menyapa keduanya dengan senyum menyejukkan.

Ustadz NurAssalamu‘alaikum, Nak Untung, Nak Ida. Masuklah, jangan sungkan. Rasa galau dan tidak tenteram saat jauh dari Allah itu sebenarnya surat cinta dari langit—tanda bahwa fitrah iman di hati kalian sedang rindu pulang.

Ustadz NurDan untuk Nak Ida… hidayah itu seperti cahaya matahari pagi. Cahayanya sudah Allah pancarkan untuk semua hamba-Nya, tetapi kalau kita terus mengunci pintu dan menutup jendela sambil berkata “belum dapat cahaya”, sampai kapan pun kamar hati kita akan tetap gelap.

TERSENTAK!

IdaYa Allah… kalimat Ustadz barusan menembus tepat ke ulu hatiku. Jadi selama ini bukan Allah yang belum memberi hidayah, tapi aku sendiri yang menutup pintunya?

UntungKalau begitu, izinkan kami berdua belajar dari titik nol ya, Ustadz! Kami lelah hidup gelisah jauh dari Allah… kami ingin pulang!

Cara Membaca Buku Ini

Buku ini dibagi menjadi enam bagian yang tersusun seperti anak tangga. Bacalah berurutan bila ini perjalanan pertamamu, atau lompat langsung ke bab yang kamu butuhkan lewat tombol Daftar Isi di bagian atas layar. Di sepanjang buku, kamu akan menjumpai beberapa jenis kotak:

Firman Allah

Ayat Al-Qur’an beserta terjemahnya.

Sabda Nabi ﷺ

Hadis Rasulullah ﷺ dan sumber riwayatnya.

Kata Hikmah

Nasihat ulama dan mutiara kata untuk direnungkan.

Kotak Untung

Langkah praktis yang bisa langsung kamu kerjakan hari ini.

Bagian Satu

Titik Nol

Saat hati ingin pulang

Titik nol bukan tempat orang kalah. Di sanalah orang beruntung memulai langkah pertamanya.

Bab 1

Tobat Sebelum Telat

Ajal tidak pernah menunggu tobatmu. Maka jangan biarkan tobatmu menunggu ajal.

Seri Webtoon · Episode 01

Tobat Sebelum Telat: Menunggu Siap atau Menunggu Kain Kafan?

TUNDA TERUS...

Tobat dan jaga shalat? Nanti sajalah kalau sudah mapan… kan masih muda.

Pakai hijab dan tinggalkan pergaulan bebas? Nanti aja kalau sudah menikah dan hati sudah 100% siap…

KABAR DUKA! DEG!!

Malam itu ponsel Untung dan Ida bergetar bersamaan. Kabar duka di grup sekolah: Rina, teman sebaya mereka yang kemarin masih sehat dan ceria, wafat mendadak dalam perjalanan pulang.

UntungInnalillahi… Rina seumuran dengan kita, Da! Kemarin dia masih bilang mau ikut pengajian bulan depan…

IdaYa Allah, tanganku gemetar, Tung… Selama ini aku selalu bilang “tunggu siap, tunggu dapat hidayah baru berhijab”. Bagaimana kalau ternyata kain kafan yang menjadi hijab pertamaku?!

TANGIS PENYESALAN

IdaUstadz Nur… hati saya takut sekali. Kami sudah terlanjur jauh dari Allah, shalat sering lalai, aurat belum tertutup. Masih maukah Allah menerima kami yang kotor ini?

PINTU TERBUKA!

Ustadz NurAjal memang tidak pernah menunggu kata “nanti” atau “tunggu siap”, Nak. Namun kabar gembiranya: selama nyawa belum sampai di kerongkongan, pintu ampunan Allah terbuka lebar detik ini juga!

Ustadz NurJangan tunggu merasa suci baru mendekat kepada Allah—mendekatlah kepada Allah agar Dia menyucikan dan menenteramkan hati kalian.

Setiap orang pernah tersesat. Ada yang tersesat jauh, ada yang hanya sedikit berbelok. Kabar gembiranya, selama napas belum sampai di kerongkongan, jalan pulang masih terbuka lebar.

Sabda Nabi ﷺ

إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ

“Sesungguhnya Allah menerima tobat seorang hamba selama nyawanya belum sampai di kerongkongan.”

HR. At-Tirmidzi (hasan)

Masalahnya, tidak seorang pun tahu kapan nyawanya sampai di sana. Karena itu Al-Qur’an tidak hanya menyuruh kita bertobat. Al-Qur’an menyuruh kita bergegas.

Firman Allah

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”

QS. Ali ‘Imran: 133

tik… tok…
Pasir waktu terus turun dan tidak bisa diputar balik. Tobat sebelum telat!

Tiga Bisikan yang Menunda Tobat

Setan jarang berkata “jangan bertobat”. Ia lebih suka berbisik dengan kalimat yang terdengar masuk akal. Kenali tiga bisikan ini, lalu patahkan dengan jawabannya.

Bisikan 1“Nanti saja, masih muda.”

Ajal tidak memilih usia. Banyak yang dipanggil saat muda, dan tidak ada yang dijamin sampai tua. Hari ini adalah usia termuda yang tersisa untukmu.

Bisikan 2“Dosaku terlalu besar, mana mungkin diampuni.”

Ampunan Allah jauh lebih luas daripada dosa sebesar apa pun. Dengarkan sendiri panggilan-Nya kepada hamba-hamba yang telah melampaui batas.

Bisikan 3“Percuma, nanti juga terulang.”

Setiap anak Adam pasti pernah salah, dan sebaik-baik orang yang salah adalah yang bertobat. Jatuh lagi? Bangun lagi. Tobat lagi.

Firman Allah

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.’”

QS. Az-Zumar: 53

Sabda Nabi ﷺ

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah mereka yang bertobat.”

HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah (hasan)

Bahkan Rasulullah ﷺ, manusia yang dijaga dari dosa, tidak pernah berhenti bertobat. Beliau bersabda:

Sabda Nabi ﷺ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ، فَإِنِّي أَتُوبُ فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ

“Wahai manusia, bertobatlah kepada Allah. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Nya seratus kali dalam sehari.”

HR. Muslim

Kata Hikmah

“Jika kau lihat seseorang yang berdosa, jangan kau ejek dia. Bisa jadi pendosa yang bertobat lebih dekat kepada Allah daripada orang yang sombong dengan ibadahnya.”

“Bukan soal siapa yang terbaik, tetapi siapa yang paling banyak berbuat baik.”

Kotak Untung

Mulai dari titik nol, sekarang juga:

  1. Tarik napas, hadirkan hatimu.
  2. Ucapkan tiga kali: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
    Astaghfirullāhal ‘aẓīm wa atūbu ilaih.
  3. Sebut dalam hati satu dosa yang ingin kamu tinggalkan mulai hari ini.

Bab 2

Tobat Itu Pasti Untung!

Allah tidak hanya memerintahkan tobat. Dia menjanjikan keberuntungan bagi yang menjalankannya.

Firman Allah

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”

QS. An-Nur: 31

Kata tufliḥūn berasal dari al-falāḥ, yaitu keberuntungan yang menyeluruh di dunia dan di akhirat. Inilah alasan judul buku ini. Orang yang bertobat tidak sedang menyerah kalah. Ia sedang masuk ke barisan orang-orang yang beruntung.

Seri Webtoon · Episode 02

Obat bagi Hati yang Galau: Mengapa Tobat Pasti Untung?

KENAPA GALAU?

IdaUstadz, kenapa ya dulu waktu saya bebas mengikuti kemauan diri sendiri, bukannya bahagia tapi hati malah gampang cemas, overthinking, dan nggak pernah damai?

UntungIya, Ustadz. Saya pikir kalau ikut aturan agama hidup bakal terkekang dan rugi, tapi waktu hidup bebas pun batin saya malah tersiksa.

RAHASIA FALAH

Ustadz NurKarena ruh manusia diciptakan oleh Allah, maka ia tidak akan pernah menemukan ketenteraman sejati kecuali saat kembali tersambung dengan Penciptanya, Nak.

Ustadz NurLihatlah janji Allah dalam QS. An-Nur: 31 dan Al-Furqan: 70. Saat kalian bertobat, bukan hanya dosa yang dihapus—catatan keburukan masa lalu kalian justru diganti oleh Allah menjadi pahala kebaikan, dan dada yang sempit dilapangkan!

UNTUNG BESAR!

UntungDosa masa lalu dihapus, diganti pahala kebaikan, ditambah ketenangan hati dan keberkahan rezeki?! Wah, Da, ini sih bukan cuma untung—ini untung berlipat ganda!

IdaMasyaallah… baru mendengar janjinya saja hatiku sudah mulai terasa hangat dan tenang!

Kedekatan dengan Allah Perjalanan hidup Lalai Titik nol: bertobat Istiqamah Husnul khatimah
Grafik konsep, bukan data: titik terendah bisa menjadi titik balik, asalkan kita berbelok kepada Allah.

Tujuh Untung bagi Orang yang Bertobat

Dicintai Allah

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.”

QS. Al-Baqarah: 222

Semua Dosa Diampuni

“Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.”

QS. Az-Zumar: 53

Keburukan Diganti Kebaikan

“…maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan.”

QS. Al-Furqan: 70

Bersih seperti Tanpa Dosa

“Orang yang bertobat dari dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa.”

HR. Ibnu Majah (hasan)

Rezeki dan Keturunan Dilapangkan

“Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu… niscaya Dia menurunkan hujan yang lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu.”

QS. Nuh: 10–12

Allah Bergembira

Allah lebih gembira dengan tobat hamba-Nya daripada musafir yang menemukan kembali untanya yang hilang di padang pasir.

HR. Muslim

Puncak Untung: Surga

“…mudah-mudahan Tuhanmu menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.”

QS. At-Tahrim: 8

Firman Allah

إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

QS. Al-Furqan: 70

Firman Allah

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا ۝ وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا

“Maka aku berkata, ‘Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.’”

QS. Nuh: 10–12

Komik: Kisah Unta yang Hilang

Rasulullah ﷺ pernah menggambarkan betapa gembiranya Allah menyambut hamba yang pulang kepada-Nya, lewat sebuah perumpamaan yang tak terlupakan.

TERIK GURUN

Seorang musafir menyeberangi padang pasir tandus bersama untanya. Seluruh bekal makanan dan air minumnya berada di atas punggung unta itu.

Sang MusafirAlhamdulillah, selama bekal di punggung untaku aman, aku bisa selamat menyeberangi gurun ini.

HILANG?!

Saat ia lengah, untanya terlepas dan lenyap ditelan cakrawala gurun! Ia mencarinya ke sana-kemari hingga kehabisan tenaga.

Habislah riwayatku… Tanpa air dan makanan di gurun ini, aku hanya tinggal menunggu ajal di bawah pohon ini…

z z z…

Saat terbangun, untanya sudah berdiri di sampingnya!

“Ya Allah, Engkau hambaku dan aku Tuhan-Mu!”
(salah ucap karena terlalu gembira)

!
Sabda Nabi ﷺ

“Sungguh Allah lebih gembira dengan tobat hamba-Nya ketika ia bertobat kepada-Nya daripada kegembiraan salah seorang di antara kalian yang berada di atas untanya di padang yang tandus. Lalu untanya lepas, padahal makanan dan minumannya ada di atasnya. Ia pun putus asa, lalu mendatangi sebatang pohon dan berbaring di bawah naungannya. Ketika dalam keadaan demikian, tiba-tiba untanya telah berdiri di dekatnya. Ia pun memegang tali kekangnya, lalu berkata karena sangat gembiranya, ‘Ya Allah, Engkau hambaku dan aku Tuhan-Mu.’ Ia salah ucap karena terlalu gembira.”

HR. Muslim

Jika Allah menyambut tobat kita dengan kegembiraan sebesar itu, apa lagi yang membuat kita ragu untuk pulang?

Kotak Untung

Hitung untungmu. Ambil selembar kertas dan bagi menjadi dua kolom. Di kolom kiri, tulis satu kebiasaan buruk yang ingin kamu tinggalkan. Di kolom kanan, tulis satu kebaikan penggantinya. Itulah cara sederhana menghidupkan QS. Al-Furqan: 70 dalam keseharianmu.

Bagian Dua

Ikrar

Kembali ke janji pertama

Sebelum memperbaiki langkah, perbarui dulu janjimu kepada Allah.

Bab 3

Ingat! Kembali ke Ikrarmu

Dua kalimat syahadat adalah janji pertama kita. Tobat berarti kembali menepatinya.

Aku bersaksi… …hanya Allah!
Ikrar diriku dengan dua kalimat syahadat.
Dua Kalimat Syahadat

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ

Asyhadu allā ilāha illallāh

“Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah.”

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Wa asyhadu anna Muḥammadar rasūlullāh

“Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Seri Webtoon · Episode 03

Menyambung Kembali Iman yang Sempat Putus

ISLAM KTP?

IdaUstadz, selama ini di KTP kami tertulis Islam, tapi kenapa rasanya iman di dada kami tipis sekali sampai gampang terombang-ambing?

UntungIya, Ustadz. Syahadat yang kami ucapkan waktu shalat rasanya cuma lewat di tenggorokan, belum sanggup mengerem kaki kami dari maksiat.

JANJI PERTAMA

Ustadz NurIman itu bisa aus seperti pakaian bila tidak pernah diperbarui, Nak. Karena itu langkah pertama kembali kepada Allah adalah memperbarui ikrar dua kalimat syahadat dengan kesadaran penuh di dalam hati.

Ustadz NurSaat kalian bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, kalian sedang menandatangani kembali perjanjian cinta: menyerahkan hidup, aturan berpakaian, dan tujuan hati hanya kepada Allah.

IKRAR ENAM “I”

Untung & Ida“Ya Allah, niat hamba bersyahadat: Islamkan, imankan, ihsankan, istiqamahkan, takwakan, dan ikhlaskan hamba!”

Doa Ikrar: Enam “I” untuk Hidupku

Setelah bersyahadat, sertakan doa yang menjadi ruh buku ini:

“Ya Allah, niat hamba bersyahadat: Islamkan, imankan, ihsankan, istiqamahkan, takwakan, dan ikhlaskan hamba.”

Shalawat

Ya Allah, jadikanlah hamba umat Nabi Muhammad Rasulullah ﷺ.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ

Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad wa ‘alā āli Muḥammad

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad.”

Dua Kalimat, Dua Kesaksian

Kalimat syahadat ada dua, yaitu syahadat tauhid dan syahadat rasul. Keduanya disebut syahādatain, dua kalimat syahadat.

Syahadat Tauhid

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ

Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah.

Syahadat Rasul

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Empat Rukun Syahadat

  1. Menetapkan Dzat Allah, yang berdiri sendiri dan tidak bergantung kepada apa pun. (QS. As-Sajdah: 4 dst.)
  2. Menetapkan sifat Allah, Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. (QS. Ali ‘Imran: 26 dst.)
  3. Menetapkan af‘āl (perbuatan) Allah, yang berbuat sesuai kehendak-Nya. (QS. Az-Zukhruf: 36–37 dst.)
  4. Menetapkan kebenaran Rasulullah ﷺ sebagai pembawa petunjuk. (QS. An-Nisa: 174–175 dst.)

Syahadat Menemani Seumur Hidup

Kalimat syahadat tidak hanya diucapkan sekali. Ia hadir di setiap babak kehidupan seorang muslim, dari tangisan pertama sampai napas terakhir.

  1. 1
    Kelahiran BayiAzan dan iqamah yang memuat syahadat dikumandangkan di telinganya.
  2. 2
    Masuk IslamSyahadat diikrarkan sebagai pintu masuk agama.
  3. 3
    Setiap ShalatTerdengar dalam azan dan iqamah, terucap dalam tasyahud.
  4. 4
    Menjelang WafatDituntunkan dengan lembut agar menjadi ucapan terakhir.
Sabda Nabi ﷺ

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barang siapa yang akhir ucapannya Lā ilāha illallāh, ia masuk surga.”

HR. Abu Dawud

Kotak Untung

Perbarui ikrarmu malam ini. Selepas shalat Isya, ucapkan dua kalimat syahadat dengan pelan sambil meresapi artinya. Lanjutkan dengan doa Enam “I” dan shalawat. Lakukan setiap malam selama tujuh hari, lalu rasakan bedanya.

Bab 4

Tujuh Gerigi Kunci Surga

Lā ilāha illallāh adalah kunci surga. Kunci baru bisa membuka pintu bila geriginya lengkap.

Atsar

Wahb bin Munabbih rahimahullāh pernah ditanya, “Bukankah Lā ilāha illallāh itu kunci surga?” Beliau menjawab:

“Benar. Akan tetapi, tidak ada kunci melainkan memiliki gerigi. Jika engkau datang membawa kunci yang bergerigi, pintu akan dibukakan untukmu. Jika tidak, pintu tidak akan dibukakan.”

Disebutkan Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Jana’iz

لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ 1234567
Tujuh gerigi kunci Lā ilāha illallāh. Lengkapi semuanya agar pintu surga terbuka.
Seri Webtoon · Episode 04

Kunci Surga & Mengikis Karat 'Tapi Nanti Dulu'

MACET!

UntungUstadz, tadi kunci motor saya nggak bisa diputar gara-gara geriginya berkarat dan aus satu. Padahal kuncinya sudah benar!

IdaEh, jangan-jangan iman kita selama ini juga begitu ya, Tung? Kita merasa sudah punya kunci Lā ilāha illallāh, tapi kenapa pintu ketenangan hati belum terbuka?

7 GERIGI KUNCI

Ustadz NurTepat sekali, Nak Ida! Ulama tabiin Wahb bin Munabbih mengingatkan bahwa kunci Lā ilāha illallāh memiliki tujuh gerigi: Ilmu, Yakin, Ikhlas, Jujur, Cinta, Patuh (Al-Inqiyād), dan Menerima (Al-Qabūl).

Ustadz NurSering kali gerigi ke-6 dan ke-7 kita berkarat karena kita berkata: “Aku beriman kepada Allah, tapi soal perintah menutup aurat atau meninggalkan riba nanti dulu deh, belum siap.”

KENA DI HATI!

IdaAduh… rasanya seperti sedang berkaca! Ternyata alasan “belum siap dan tunggu hidayah” itu adalah karat yang menghalangi gerigi kepatuhan di hatiku sendiri. Aku mau membersihkan karat itu pelan-pelan, Ustadz!

Para ulama menjelaskan tujuh syarat Lā ilāha illallāh sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah. Anggaplah ketujuh syarat ini sebagai gerigi kunci, sementara lawannya adalah karat yang membuat kunci macet.

Kotak Untung

Periksa gerigi kuncimu. Baca ketujuh syarat di atas pelan-pelan. Tandai satu gerigi yang menurutmu masih paling lemah, lalu jadikan itu doa khusus setelah shalat selama sepekan ini.

Bagian Tiga

Niat

Mesin penggerak amal

Amal adalah tubuh, niat adalah ruhnya. Tanpa ruh, tubuh hanya diam.

Bab 5

Tidak Ada Amal Tanpa Niat

Dua orang bisa melakukan gerakan yang sama persis, tetapi pulang dengan hasil yang berbeda.

Rasulullah ﷺ membuka salah satu hadis teragung dalam Islam dengan sabdanya:

Sabda Nabi ﷺ

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

Dalam riwayat lain:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.”

HR. Al-Bukhari dan Muslim

Hadis ini menjadi dasar penting dalam Islam bahwa seluruh amal dinilai berdasarkan niat yang menyertainya. Para ulama menjelaskan bahwa tidak ada amal tanpa niat. Setiap tindakan yang dilakukan dengan sadar pasti disertai tujuan dan kehendak dari pelakunya.

Dari potongan hadis ini kita memahami bahwa niat adalah amalan hati, bukan sekadar ucapan lisan. Karena itu, orang yang dipaksa mengucapkan kalimat kufur tidak dihukumi kafir selama hatinya tetap beriman dan tidak meniatkan kekufuran itu. Sebaliknya, seorang munafik tidak dianggap beriman di sisi Allah meskipun ia mengucapkan syahadat di depan banyak orang, karena hatinya kosong dari iman yang tulus.

Begitu pula orang yang memeluk Islam. Ia menghadirkan niat di dalam hati, mengucapkan syahadat dengan lisan, lalu membuktikannya dengan amal perbuatan. Para ulama menyatakan, “Niat adalah syarat sah setiap ibadah.” Maksudnya, niat yang tulus harus muncul dari hati saat memulai ibadah, bukan sekadar ucapan tanpa kehadiran hati.

Seri Webtoon · Episode 05

Takut Dibilang Munafik atau Takut Kehilangan Ridha-Nya?

TAKUT KOMENTAR ORANG

IdaUstadz, salah satu alasan terbesar saya ragu berhijab dan berubah adalah takut dikomentari teman-teman: “Ida sekarang sok alim, padahal masa lalunya begini-begitu, dasar munafik!”

UntungSaya juga sering kepikiran penilaian orang, Ustadz. Kadang mau berbuat baik takut dibilang pamer (riya’), tapi kalau nggak berbuat baik malah balik lalai lagi.

TIMBANGAN NIAT

Ustadz NurDengarkan kaidah emas ini, Nak: meninggalkan amal kebaikan karena takut komentar manusia adalah jebakan setan, sedangkan beramal demi dipuji manusia adalah riya’.

Ustadz NurOrang yang sedang belajar taat lalu masih punya kekurangan bukanlah orang munafik, melainkan pejuang tobat! Selama niat di hati kalian murni mencari ridha Allah, komentar miring manusia justru menjadi penggugur dosa kalian.

LEGA SEKALI!

IdaMasyaallah… jadi belajar berhijab dan memperbaiki diri meskipun belum sempurna itu bukan munafik ya, Ustadz! Selama niatku karena Allah, Allah sendiri yang menilai isi hatiku!

Mendulang Pahala dengan Niat

Niat adalah kehendak hati untuk melakukan atau mengatakan sesuatu. Bahkan sebelum seseorang mengerjakan amal, ia sudah bisa mendapatkan balasan sesuai niatnya. Karena itu sering disebutkan:

Riwayat

نِيَّةُ الْمُؤْمِنِ خَيْرٌ مِنْ عَمَلِهِ

“Niat seorang mukmin lebih baik daripada amalnya.”

HR. Ath-Thabrani (sanadnya diperbincangkan para ulama)

Maknanya, niat seorang mukmin dapat terus mengalir di dalam hatinya meskipun amalnya belum atau tidak sempat terlaksana. Makna ini dikuatkan oleh hadis qudsi yang sahih:

Hadis Qudsi

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ ثُمَّ بَيَّنَ ذَٰلِكَ، فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً…

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, lalu menjelaskannya. Barang siapa berniat melakukan satu kebaikan namun belum mengerjakannya, Allah mencatat baginya di sisi-Nya satu kebaikan yang sempurna…”

HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu ‘Abbas

Seorang hamba bisa memperoleh pahala hanya dengan niat yang baik. Sebaliknya, amal yang tampak besar di mata manusia dapat kehilangan nilainya di sisi Allah bila disertai niat yang rusak, seperti riya’, kesombongan, atau mencari pujian. Maka seorang mukmin hendaknya menjaga niat dalam setiap aktivitas, bahkan dalam hal-hal mubah sekalipun, agar semuanya bernilai ibadah.

IKHLAS kosong RIYA’ Amal kecil Amal besar
Amal kecil dengan niat ikhlas bisa jauh lebih berat daripada amal besar yang kosong karena riya’.
Kata Ulama

رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ

“Betapa banyak amal kecil menjadi besar karena niat, dan betapa banyak amal besar menjadi kecil karena niat.”

Abdullah bin Al-Mubarak, dalam Az-Zuhd; dinukil Ibnu Rajab dalam Jāmi‘ al-‘Ulūm wal-Ḥikam

Dengan demikian, niat adalah ruh setiap amalan. Baik atau buruknya nilai suatu amal di sisi Allah sangat bergantung pada niat yang tersembunyi di dalam hati pelakunya.

Kotak Untung

Tingkatkan niat harianmu. Amal yang sama, pahala berlipat:

  • Sebelum makan: “Aku makan agar kuat beribadah.”
  • Sebelum bekerja: “Aku bekerja untuk menafkahi keluarga karena Allah.”
  • Sebelum tidur: “Aku tidur agar segar untuk shalat Subuh.”

Bab 6

Untung atau Buntung? Niat yang Menentukan

Bertolak dari hadis niat, kita bisa menyusun kerangka umum kehidupan.

Untung

  • Masuk Islam karena Allah.
  • Shalat, zakat, puasa, dan haji untuk beribadah kepada Allah.
  • Menikah dan berumah tangga untuk beribadah kepada Allah.
  • Belajar dan berikhtiar untuk memuluskan jalan ibadah.
  • Makan, minum, dan tidur untuk menguatkan diri dalam ketaatan.

…maka seluruh amalnya dinilai sebagai ibadah dan berpahala di sisi Allah.

Buntung

  • Beragama, shalat, zakat, puasa, dan haji sekadar ingin pengakuan dan pujian manusia.
  • Sekolah dan belajar hanya agar dianggap pintar.
  • Bekerja hanya demi kekayaan dan penghasilan yang lebih.
  • Menikah, makan, minum, dan tidur sekadar agar kenyang, dahaga terobati, dan kantuk teratasi.

…jika beruntung, ia hanya mendapat sebatas yang diniatkannya. Jika Allah tidak menghendaki, dunia pun meleset dan pahala ikut sirna. Wallāhul musta‘ān.

Dua Fungsi Niat

Niat adalah salah satu jenis ibadah, dan fungsinya ada dua:

  1. Membedakan kebiasaan dengan ibadah.
  2. Membedakan satu jenis ibadah dengan ibadah yang lain.
Seri Webtoon · Episode 06

Sama-Sama Lelah, Tapi Niat yang Menentukan Untung atau Buntung

SEKADAR KEBIASAAN DUNIA

Senin ini puasa ah… biar cepat kurus dan ngirit uang makan!

Aku juga mau berpakaian rapi dan sopan ah… biar dipuji elegan sama klien kantor!

MURNI IBADAH LILLAH

Ustadz NurBismillah, Senin ini aku puasa sunnah karena Allah, dan berpakaian bersih untuk memuliakan syariat-Nya.

UBAH NIATMU!

UntungWah, Da… ternyata kalau niat kita cuma buat dunia atau pujian orang, kita buntung besar karena kehilangan pahala akhirat!

IdaBetul, Tung! Padahal kalau diniatkan karena Allah, pahala akhirat dapat, ketenangan batin dapat, dan kebaikan dunianya tetap ikut terbawa!

Sama-sama lapar, sama-sama haus. Beda niat, beda nilai.

Di hari Senin, dua orang berpuasa. Yang satu berpuasa untuk diet, yang lain berpuasa sunnah. Di hari yang sama, dua orang lain juga berpuasa. Yang satu puasa sunnah, yang lain mengganti (qadha) puasa Ramadhan yang ditinggalkannya karena sakit. Apa yang membedakan mereka? Jawabannya sama: niat. Niat adalah syarat sahnya amalan sebagai ibadah kepada Allah, sekaligus pembeda satu jenis ibadah dengan ibadah lainnya.

Cara Cerdas Rasulullah ﷺ Mengajar

Dalam hadis niat, Rasulullah ﷺ juga memberi teladan cara mengajar yang cerdas. Beliau memulai dengan penjelasan yang bersifat umum dan menjadi landasan: setiap amal tergantung niatnya, dan setiap orang mendapat sesuai yang ia niatkan. Setelah dua landasan itu dipahami, beliau menguatkannya dengan sebuah contoh, yaitu hijrah, agar umatnya dapat menerapkan kaidah itu pada berbagai perkara yang serupa.

Sabda Nabi ﷺ

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Al-Khaththab radhiyallāhu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَىٰ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَىٰ مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan. Barang siapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa hijrahnya karena dunia yang ingin ia peroleh atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya hanya kepada apa yang ia tuju.”

HR. Al-Bukhari dan Muslim

Bab 7

Mengenal Hadis Niat dan Perawinya

“Mulailah dengan memperkuat pemahaman dasar sebelum membahas masalah.”

Itulah salah satu pelajaran cerdas dari hadis yang mulia ini. Dari sini kita memahami kesalahan mendasar yang menimpa sebagian penuntut ilmu. Mereka langsung menelaah berbagai masalah rumit yang diperdebatkan tanpa sabar memperkuat dasar keilmuannya. Akhirnya mereka bingung oleh dalil-dalil yang secara kasatmata tampak bertentangan. Keadaan itu tidak akan terjadi seandainya landasan ilmu mereka kokoh.

Seri Webtoon · Episode 07

Belajar dari Fondasi & Kisah Perubahan Sayyidina Umar

BINGUNG MULAI DARI MANA

IdaUstadz, bagi orang yang sudah lama jauh dari agama seperti saya dan Untung, kami sering bingung harus mulai belajar dari mana. Buka media sosial isinya orang berdebat terus…

MULAI DARI DASAR

Ustadz NurMulailah dari fondasi yang disepakati para ulama, Nak—seperti hadis-hadis pokok dalam ‘Umdatul Aḥkām yang dibuka dengan Hadis Niat riwayat Umar bin Al-Khaththab radhiyallāhu ‘anhu.

Ustadz NurLihatlah masa lalu Sayyidina Umar sebelum masuk Islam: betapa keras dan jauhnya beliau saat itu. Namun ketika hatinya tersentuh ayat Al-Qur’an, beliau tidak berdalih “aku sudah terlanjur jauh”—beliau langsung menjemput hidayah hingga menjadi khalifah yang mulia!

HARAPAN BARU!

UntungMasyaallah… sekeras apa pun masa lalu kita, tidak ada kata “terlanjur jauh” bagi hamba yang mau kembali belajar dari dasar!

Kitab ‘Umdatul Aḥkām

Penyusun
Syaikh Taqiyuddin Abu Muhammad Abdul Ghani bin Abdul Wahid bin Ali Al-Maqdisi Al-Hanbali rahimahullāh
Masa hidup
Lahir 541 H, wafat 600 H
Isi
Hadis-hadis inti dalam masalah hukum fikih. Sebagian besar disepakati Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim (muttafaq ‘alaih), selebihnya diriwayatkan salah satu dari keduanya.
Dua versi
‘Umdatul Aḥkām Aṣ-Ṣughrā (kecil), memuat sekitar 420 hadis dari Al-Bukhari dan Muslim, serta Al-‘Umdah Al-Kubrā (besar) yang riwayatnya lebih luas.

Tentang beliau, Imam Ibnu Katsir rahimahullāh berkata, “Semoga Allah merahmati Al-Hafizh Abdul Ghani. Beliau tokoh dalam bidang hadis dan para perawinya. Jarang didapati tokoh sezamannya yang memiliki kredibilitas setara dengannya.”

Karena isinya hadis-hadis sahih yang mencakup seluruh bahasan fikih, kitab ini menjadi rujukan yang sangat istimewa. Siapa pun yang membaca Aḍ-Ḍau’ al-Lāmi‘ li Ahli al-Qarn at-Tāsi‘ karya As-Sakhawi akan mendapati bahwa hampir seluruh ulama abad ke-9 H menghafal ‘Umdatul Aḥkām.

Perawi Hadis: Umar bin Al-Khaththab

Hadis niat disampaikan dari Rasulullah ﷺ oleh sahabat mulia Umar bin Al-Khaththab radhiyallāhu ‘anhu.

  1. Nama dan gelarKunyahnya Abu Hafsh, sedangkan gelarnya Al-Fārūq, pembeda antara yang hak dan yang batil.
  2. Masuk IslamPada tahun ke-5 atau ke-6 setelah Rasulullah ﷺ diangkat menjadi nabi. Keislaman beliau yang terkenal pemberani membuat barisan kaum muslimin semakin kokoh.
  3. Khalifah keduaMenggantikan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallāhu ‘anhu atas penunjukan langsung darinya sebelum wafat, dan menjalankan amanah kekhalifahan dengan sangat baik.
  4. Akhir hayatBeliau ditikam oleh seorang budak Majusi saat mengimami shalat Subuh, di hari-hari terakhir bulan Dzulhijjah. Setelah dirawat tiga hari, beliau wafat pada tahun 23 H dan dimakamkan bersama Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar di bilik Aisyah radhiyallāhu ‘anhā.
Kotak Untung

Kuatkan dasarmu pekan ini. Hafalkan potongan hadis niat berikut. Hadis ini dijadikan pembuka oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya dan oleh Imam An-Nawawi dalam Al-Arba‘in.

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَىٰ

Bagian Empat

Hijrah

Melangkah walau lelah

Bila hijrahmu karena Allah, kamu akan terus melangkah walaupun sudah lelah.

Bab 8

Hijrah dan Perubahan

Hijrah dan perubahan adalah dua hal yang selalu berjalan beriringan.

Hijrah yang disebutkan dalam hadis niat adalah salah satu jenis ibadah. Orang yang berhijrah tentu berpindah dari suatu keadaan menuju keadaan yang lain. Ketika berpindah, pasti ada berbagai perubahan yang bisa dirasakan dan diamati. Karena itu, hijrah dan perubahan selalu identik dan saling menguatkan.

Kebiasaan buruk Kebiasaan baik
Selangkah demi selangkah, dari gelap menuju terang.

Dua Jenis Hijrah

  1. Hijrah tempat: berpindah dari tempat yang tidak memberi keleluasaan untuk beribadah kepada Allah, menuju tempat yang lebih memberi keleluasaan untuk beribadah kepada-Nya.
  2. Hijrah kebiasaan: berpindah dan meninggalkan kebiasaan buruk, lalu beralih kepada perbuatan-perbuatan yang baik dan terpuji.

Tujuan kedua jenis hijrah ini adalah terjadinya perubahan positif dalam keberagamaan seseorang. Karena itu, landasan dasarnya harus untuk meraih ridha Allah. Bila landasan ini keliru, bangunan yang didirikan di atasnya akan rapuh, bahkan bisa ambruk dan menjadi debu.

Seri Webtoon · Episode 08

Ujian Hijrah: Ketika Teman Lama Menyindir & Menjauh

SINDIRAN PEDAS

Ketika Untung mulai meninggalkan nongkrong malam yang melalaikan, dan Ida mulai membeli pakaian longgar serta kerudung untuk latihan menutup aurat, sindiran mulai berdatangan.

“Hahaha, lihat deh si Ida sama Untung! Kemarin masih bareng kita, sekarang mendadak sok suci! Palingan cuma tahan seminggu!”

UntungUstadz, hijrah itu ternyata capek dan sepi ya. Teman-teman lama mulai menjauh dan menertawakan kami…

IdaIya, Ustadz… Baru saja saya niat mau belajar berhijab, rasanya nyali saya langsung ciut mendengar omongan mereka.

TETAP MELANGKAH!

Ustadz NurWajar lelah, Nak. Tapi bila hijrah kalian karena Allah, kalian akan terus melangkah walaupun sudah lelah.

Ustadz NurJangan tukar keselamatan akhirat kalian demi mempertahankan teman yang justru mengajak ke jurang. Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, pasti Allah gantikan dengan sahabat dan ketenangan yang jauh lebih baik!

SALING MENGUATKAN!

IdaTerima kasih, Ustadz! Aku nggak mau lagi menyandera hidayahku cuma gara-gara takut omongan orang yang tidak bisa menolongku di akhirat!

UntungBismillah, Da! Biarlah kita lelah sebentar mendaki jalan taat, daripada lelah selamanya dalam penyesalan!

Sabda Nabi ﷺ

فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَىٰ مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Barang siapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, hijrahnya dinilai sebagai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa berhijrah karena dunia yang ingin ia raih atau wanita yang ingin ia nikahi, ia hanya mendapat sesuai yang ia niatkan.”

HR. Al-Bukhari dan Muslim

Kotak Untung

Hijrah kecil mulai hari ini. Pilih satu, kerjakan selama sepekan:

  • Menggulir media sosial sebelum tidurMembaca satu halaman Al-Qur’an
  • Ikut membicarakan aib orangDiam atau berzikir
  • Begadang tanpa manfaatTidur lebih awal agar bisa Subuh berjamaah
  • Menunda-nunda shalatShalat di awal waktu
  • Lingkungan yang menyeret ke maksiatMajelis ilmu dan teman yang saleh

Bab 9

Dunia, Oh Dunia…

Dunia ini halte, bukan rumah. Jangan sampai kita lupa naik bus pulang.

Dunia adalah tempat yang Allah jadikan untuk menguji hamba-hamba-Nya, siapa di antara mereka yang terbaik amalnya. Semestinya, semakin tua usia sesuatu, semakin sedikit yang menggemarinya. Ternyata hal ini tidak berlaku untuk dunia. Justru semakin dekat hari kehancurannya, semakin rakus manusia mengejarnya. Rasulullah ﷺ bersabda ketika ditanya tentang tanda-tanda hari kiamat:

Sabda Nabi ﷺ

وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ

“Dan engkau melihat orang-orang yang tadinya tidak beralas kaki, tidak berpakaian, miskin, dan menggembala kambing, berlomba-lomba meninggikan bangunan.”

HR. Muslim

HALTE DUNIA persinggahan sementara AKHIRAT
Kita hanyalah tamu di dunia. Setiap tamu pasti pulang.
Seri Webtoon · Episode 09

Mengapa Mengejar Dunia Tak Pernah Membuat Hati Tenteram?

FATAMORGANA

IdaUstadz, dulu saya pikir kalau sudah mengikuti tren kecantikan, belanja barang impian, dan dipuji banyak orang, hati saya bakal bahagia dan damai. Tapi kok begitu dapat, besoknya hampa lagi?

UntungPersis kayak minum air laut ya, Ustadz—makin diminum bukannya hilang hausnya, malah makin tenggorokan terbakar!

HALTE SEMENTARA

Ustadz NurKarena dunia ini hanyalah halte persinggahan, bukan rumah tujuan, Nak. Hati yang menjadikan dunia sebagai tujuan utama pasti akan selalu gelisah takut kehilangan dan takut tersaingi.

Ustadz NurTetapi ketika kalian menjadikan akhirat sebagai tujuan pulang, dunia akan tunduk melayani kalian dengan penuh keberkahan dan hati pun menjadi tenteram.

Dunia Adalah Fitnah

Banyak orang mengeluh ketika kemiskinan menghampiri. Tidak sedikit yang menganggapnya musibah terbesar dalam hidup. Mereka lupa, atau mungkin tidak tahu, bahwa fitnah yang paling dikhawatirkan Rasulullah ﷺ menimpa umatnya bukanlah kemiskinan, melainkan saat kemegahan dunia telah menghiasi kehidupan mereka.

Sabda Nabi ﷺ

فَوَاللَّهِ لَا الْفَقْرَ أَخْشَىٰ عَلَيْكُمْ، وَلَٰكِنْ أَخْشَىٰ عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَىٰ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا، وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ

“Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan atas kalian. Akan tetapi, aku khawatir dunia dibentangkan untuk kalian sebagaimana telah dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian. Lalu kalian berlomba-lomba meraihnya sebagaimana mereka berlomba-lomba, dan dunia itu membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka.”

HR. Al-Bukhari dan Muslim

Menggiurkan, Tetapi Tidak Bernilai Istimewa

Dunia memang sangat menggiurkan, tetapi ternyata ia tidak memiliki nilai yang luar biasa di dalam agama. Perhatikan hadis niat. Ketika Rasulullah ﷺ menyebutkan balasan bagi orang yang berhijrah karena dunia atau wanita, beliau tidak berkata, “maka ia akan mendapatkan dunia atau wanita itu.” Beliau cukup bersabda, “maka hijrahnya kepada apa yang ia tuju.” Tidak diulanginya kata dunia dan wanita memberi isyarat bahwa keduanya bukan hal penting untuk disebut ulang.

Berbeda ketika beliau menyebutkan balasan bagi yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya: “maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya.” Pengulangan kata Allah dan Rasul-Nya mengisyaratkan kemuliaan keduanya.

Kata Hikmah

“Jangan mengikuti mayoritas, tetapi ikutilah jalan kebenaran. Hiduplah di dunia ini layaknya seorang pengembara. Sesungguhnya kita hanyalah tamu di sini, dan setiap tamu harus segera pergi.”

“Kehidupan itu hanya dua hari: satu hari untukmu dan satu hari melawanmu. Saat ia untukmu, jangan bangga dan gegabah. Saat ia melawanmu, bersabarlah. Keduanya adalah ujian bagimu.”

Masyhur dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallāhu ‘anhu

Akhirnya, semoga Allah memberi taufik-Nya kepada kita agar tetap lurus dalam niat, dan semoga Dia senantiasa menjaga kita dari segala fitnah, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘aẓīm.

Kotak Untung

Ukur kadar dunia di hatimu. Saat kehilangan sesuatu, tanyakan dengan jujur: aku lebih sedih kehilangan uang, atau kehilangan shalat berjamaah? Jawabannya akan menunjukkan arah hijrahmu berikutnya.

Bagian Lima

Praktik

Tobat langkah demi langkah

Tobat bukan sekadar kata. Ia adalah langkah: berhenti, menyesal, bertekad, lalu memperbaiki.

Bab 10

Empat Anak Tangga Tobat Nasuha

Tobat nasuha bukan sekadar ucapan maaf. Ia adalah empat anak tangga yang dinaiki dengan sungguh-sungguh.

Firman Allah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya (tobat nasuha), mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.”

QS. At-Tahrim: 8

1 · Berhenti 2 · Menyesal 3 · Bertekad 4 · Tunaikan Hak Al-Iqlā‘ An-Nadam Al-‘Azm hak sesama AMPUNAN
Empat anak tangga tobat nasuha, menuju pintu ampunan.
  1. 1

    Al-Iqlā‘: Berhenti

    Berhenti total dari dosa yang ditobatkan, saat ini juga, bukan nanti.

  2. 2

    An-Nadam: Menyesal

    Ada rasa bersalah yang tulus atas dosa itu, tanpa berputus asa dari rahmat Allah. Rasulullah ﷺ bersabda, النَّدَمُ تَوْبَةٌ, “Penyesalan adalah tobat.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

  3. 3

    Al-‘Azm: Bertekad Kuat

    Bertekad tidak mengulanginya, tidak mudah tergoda, dan bersungguh-sungguh memperbaiki diri.

  4. 4

    Menunaikan Hak

    Jika dosa itu menyangkut hak orang lain, kembalikan haknya atau mintalah kerelaan (ridha) dari orang yang dirugikan.

Tiga anak tangga pertama berlaku untuk dosa antara hamba dan Allah. Anak tangga keempat ditambahkan bila dosa itu berkaitan dengan hak sesama manusia.

Sabda Nabi ﷺ

مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ

“Barang siapa bertobat sebelum matahari terbit dari barat, Allah pasti menerima tobatnya.”

HR. Muslim

Ikrarkan Sungguh-Sungguh!

Baca dengan suara pelan dan hati yang hadir

“Ya Allah, hamba berniat tobat nasuha karena Engkau semata. Ampunilah segala dosa dan kekhilafan hamba di masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Ya Allah, ya Rabbi, terimalah tobat hamba.”

Tanggal: ……………

Seri Webtoon · Episode 10

Empat Anak Tangga Menuju Damai yang Sejati

4 ANAK TANGGA

UntungUstadz, kami ingin tobat kami kali ini benar-benar tobat nasuha, bukan tobat sambal yang cuma pedas sebentar lalu diulangi lagi. Apa saja langkah nyatanya?

LANGKAH PASTI

Ustadz NurNaikilah empat anak tangga ini dengan jujur: pertama, berhenti dari maksiat itu detik ini juga; kedua, menyesal dengan tulus; ketiga, bertekad kuat tidak kembali ke sana; dan keempat, tunaikan hak sesama manusia bila ada yang pernah terzalimi.

LEGA LUAR BIASA!

IdaAlhamdulillah… setelah mengikrarkan tobat nasuha dan membaca Sayyidul Istighfar dengan memahami artinya, beban gelisah yang bertahun-tahun menghimpit dadaku rasanya luruh satu per satu!

Sayyidul Istighfar: Rajanya Istighfar

Doa dari Nabi ﷺ

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَىٰ عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa ana ‘abduka, wa ana ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mastaṭa‘tu, a‘ūdzu bika min syarri mā ṣana‘tu, abū’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abū’u bidzanbī faghfir lī, fa innahū lā yaghfirudz dzunūba illā anta.

“Ya Allah, Engkau Tuhanku, tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku, dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.”

HR. Al-Bukhari. Siapa yang membacanya dengan yakin di siang hari lalu wafat sebelum sore, ia termasuk penghuni surga; demikian pula bila dibaca di malam hari.

Bab 11

Bersuci: Pintu Pertama Menuju Ampunan

Tobat membersihkan batin, bersuci membersihkan lahir. Allah mencintai keduanya.

Firman Allah

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.”

QS. Al-Baqarah: 222

Perhatikan, dalam satu ayat Allah menyandingkan orang yang bertobat (at-tawwābīn) dengan orang yang menyucikan diri (al-mutaṭahhirīn). Tobat adalah mandinya hati, sedangkan bersuci adalah tobatnya badan. Keduanya membuka pintu menuju shalat yang diterima.

Sabda Nabi ﷺ

لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ

“Tidak diterima shalat tanpa bersuci.”

HR. Muslim

Sebelum bersuci, mulailah dengan Bismillāhirraḥmānirraḥīm dan doa yang tulus: “Ya Allah, bersihkan dan sucikanlah lahir batin hamba.”

Seri Webtoon · Episode 11

Mencuci Raga, Menyucikan Jiwa: Pentingnya Mandi Wajib & Wudhu

BARU TAHU!

IdaUstadz, jujur selama saya jauh dari ilmu agama, tiap selesai haid saya cuma mandi dan keramas biasa tanpa tahu niat serta urutan mandi wajib yang benar…

UntungSaya juga dulu kalau mandi junub atau wudhu asal basah saja, Ustadz. Pantas saja shalat kami terasa hambar dan kurang khusyuk!

SUCI LAHIR BATIN

Ustadz NurTidak mengapa, Nak, yang lalu biarlah diampuni Allah, dan hari ini kita perbaiki ilmunya. Ingat, shalat tidak diterima tanpa bersuci yang sah.

Ustadz NurKetika kalian mandi wajib (baik setelah junub, haid, maupun nifas) dan berwudhu sesuai tuntunan Nabi ﷺ, air itu menyucikan raga sekaligus menggugurkan dosa-dosa kecil hingga wajah dan anggota wudhu kalian bercahaya di hari kiamat!

SEGAR & TENANG!

IdaAlhamdulillah, jelas sekali panduan 10 langkah mandi wajib dan wudhu di bab ini! Ternyata setiap selesai wudhu pun kita berdoa agar dijadikan golongan at-tawwābīn dan al-mutaṭahhirīn!

A. Mandi Wajib

Bersih lahir, bersih batin.
STOP! Jangan asal mandi wajib, ada aturannya.

Kapan wajib mandi? Setelah keluar mani, setelah berhubungan suami istri (junub), setelah selesai haid, dan setelah selesai nifas.

Lafaz Niat Mandi Wajib

Seri Webtoon · Episode 13

Doa di Depan Cermin & Penjaga Hati Sepanjang Hari

DI DEPAN CERMIN

IdaUstadz, dulu setiap kali bercermin saya cuma sibuk memikirkan gaya rambut dan riasan wajah. Tapi setelah membaca doa bercermin di bab ini: “Ya Allah, sebagaimana Engkau telah membaguskan rupaku, maka baguskanlah akhlakku”, hati saya bergetar…

SABUK PENGAMAN

Ustadz NurItulah keajaiban doa harian, Nak Ida dan Nak Untung. Dari bangun tidur, masuk-keluar kamar mandi, bercermin, keluar rumah, hingga tidur kembali, doa-doa ini menjaga hati kalian agar tidak pernah lagi terputus dari Allah.

Menghilangkan hadas besar

نَوَيْتُ رَفْعَ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ لِلَّهِ تَعَالَىٰ

Nawaitu raf‘al ḥadatsil akbari lillāhi ta‘ālā

Aku niat mandi wajib untuk menyucikan hadas besar karena Allah Ta‘ala.

Setelah haid

نَوَيْتُ الْغُسْلَ عَنِ الْحَيْضِ لِلَّهِ تَعَالَىٰ

Nawaitul ghusla ‘anil ḥaiḍi lillāhi ta‘ālā

Aku niat mandi wajib untuk menyucikan hadas besar haid karena Allah Ta‘ala.

Setelah junub

نَوَيْتُ الْغُسْلَ عَنِ الْجَنَابَةِ لِلَّهِ تَعَالَىٰ

Nawaitul ghusla ‘anil janābati lillāhi ta‘ālā

Aku niat mandi wajib untuk menyucikan hadas besar janabah karena Allah Ta‘ala.

Setelah nifas

نَوَيْتُ الْغُسْلَ عَنِ النِّفَاسِ لِلَّهِ تَعَالَىٰ

Nawaitul ghusla ‘anin nifāsi lillāhi ta‘ālā

Aku niat mandi untuk menyucikan hadas besar nifas karena Allah Ta‘ala.

Sepuluh Langkah Mandi Wajib

  1. 1Disunnahkan menghadap kiblat.
  2. 2Berniat di dalam hati.
  3. 3Mencuci kedua tangan tiga kali.
  4. 4Membersihkan kemaluan dengan tangan kiri hingga bersih.
  5. 5Mencuci tangan kembali hingga bersih.
  6. 6Berwudhu seperti wudhu untuk shalat.
  7. 7Membasahi sela-sela rambut dengan jari hingga kulit kepala basah.
  8. 8Menyiram kepala tiga kali.
  9. 9Menyiram seluruh tubuh, disunnahkan mendahulukan sisi kanan.
  10. 10Membasuh kedua kaki hingga mata kaki.

B. Wudhu

Niat Wudhu

نَوَيْتُ الْوُضُوءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَىٰ

Nawaitul wuḍū’a liraf‘il ḥadatsil aṣghari farḍan lillāhi ta‘ālā

“Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil, fardu karena Allah Ta‘ala.”

Sepuluh Langkah Wudhu

  1. 1Berdoa sebelum berwudhu, diawali basmalah.
  2. 2Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan, tiga kali (sunnah).
  3. 3Berkumur-kumur tiga kali.
  4. 4Menghirup air ke hidung lalu mengeluarkannya, tiga kali.
  5. 5Membasuh wajah sambil berniat wudhu: sekali wajib, tiga kali sunnah.
  6. 6Membasuh kedua tangan sampai siku, dimulai dari kanan: sekali wajib, tiga kali sunnah.
  7. 7Mengusap sebagian atau seluruh rambut kepala.
  8. 8Mengusap kedua telinga, bagian luar dan dalam.
  9. 9Membasuh kedua kaki sampai mata kaki, dimulai dari kanan: sekali wajib, tiga kali sunnah.
  10. 10Membaca doa setelah wudhu.
Sabda Nabi ﷺ

إِنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ، فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ

“Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan wajah, tangan, dan kakinya bercahaya karena bekas wudhu. Maka barang siapa di antara kalian mampu memperpanjang cahayanya, hendaklah ia melakukannya.”

HR. Al-Bukhari dan Muslim

Doa Setelah Wudhu

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Asyhadu allā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluh. Allāhummaj‘alnī minat tawwābīna, waj‘alnī minal mutaṭahhirīna, waj‘alnī min ‘ibādikaṣ ṣāliḥīn.

“Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri, dan jadikanlah aku termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Perhatikan: setiap selesai wudhu kita memohon dijadikan golongan at-tawwābīn, orang-orang yang bertobat. Artinya, tobat adalah doa yang kita ulang berkali-kali setiap hari!

Kotak Untung

Tidur dalam keadaan suci. Rasulullah ﷺ berpesan agar berwudhu sebelum berbaring di tempat tidur (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Jika malam itu ajal datang, kita pulang dalam keadaan suci dan bertobat.

Bab 12

Shalat Taubat, Shalat Hajat, dan Sujud Syukur

Tiga ibadah untuk tiga keadaan hati: menyesal, berharap, dan bersyukur.

Seri Webtoon · Episode 12

Tangis Pertama di Atas Sajadah yang Menghadirkan Kedamaian

SEPERTIGA MALAM...

Malam itu di tempat tinggal masing-masing, setelah berwudhu dengan sempurna, Untung dan Ida mendirikan Shalat Sunnah Taubat dua rakaat.

Untung“Ya Allah… bertahun-tahun aku mencari ketenangan di tempat yang salah. Malam ini hamba-Mu yang penuh dosa bersujud di pintu-Mu…”

Ida“Ya Rabbi… ampuni lisanku yang dulu sering menolak aturan-Mu dengan alasan belum dapat hidayah. Lembutkan hatiku untuk taat sepenuhnya kepada-Mu…”

DAMAI SEJATI!

IdaSubhanallah, Ustadz… waktu kening saya bersujud lama tadi malam dan menangis memohon ampun, untuk pertama kalinya dalam hidup, hati saya merasakan tenteram dan damai yang luar biasa!

Ustadz NurAlhamdulillah, itulah manisnya iman dan diterimanya rintihan hamba, Nak. Jaga kedamaian itu dengan Shalat Taubat saat khilaf, Shalat Hajat saat berharap, dan Sujud Syukur atas nikmat hidayah ini!

A. Shalat Sunnah Taubat

Sabda Nabi ﷺ

مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا، ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ، ثُمَّ يُصَلِّي، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ، إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ

“Tidaklah seseorang berbuat dosa, lalu ia bangkit dan bersuci, kemudian shalat, lalu memohon ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuninya.” Kemudian beliau membaca ayat 135 dari surah Ali ‘Imran.

HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud, dari Abu Bakar Ash-Shiddiq (hasan)

Firman Allah

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.”

QS. Ali ‘Imran: 135

Lafaz Niat Shalat Taubat

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَىٰ

Uṣallī sunnatat taubati rak‘ataini lillāhi ta‘ālā

Aku niat shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta‘ala.

Tata Cara

  1. Berwudhu dengan sempurna.
  2. Berniat, lalu takbiratul ihram.
  3. Rakaat pertama: setelah Al-Fatihah, membaca Surah Al-Kafirun.
  4. Rakaat kedua: setelah Al-Fatihah, membaca Surah Al-Ikhlas.
  5. Menyempurnakan seluruh rukun hingga salam.
  6. Berzikir istighfar, membaca Sayyidul Istighfar, lalu berdoa dan mengikrarkan tobat nasuha.

Surah setelah Al-Fatihah boleh diganti dengan surah lain yang dihafal.

B. Shalat Hajat

Lafaz Niat Shalat Hajat

أُصَلِّي سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَىٰ

Uṣallī sunnatal ḥājati rak‘ataini lillāhi ta‘ālā

Aku niat shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta‘ala.

Shalat hajat dikerjakan dua rakaat, atau empat rakaat dengan dua kali salam. Setelah selesai, berdoalah kepada Allah dan sampaikan kebutuhanmu, sekecil apa pun kebutuhan itu.

Sabda Nabi ﷺ

“Hendaklah salah seorang di antara kalian memohon seluruh hajatnya kepada Rabbnya, hingga ia meminta garam, dan hingga ia meminta tali sandalnya ketika putus.”

HR. At-Tirmidzi

C. Sujud Syukur

Sujud syukur dilakukan ketika mendapat nikmat atau terhindar dari musibah. Apabila datang kepada Rasulullah ﷺ suatu perkara yang menggembirakan atau kabar gembira, beliau tersungkur sujud sebagai tanda syukur kepada Allah (HR. Abu Dawud). Orang yang tobatnya diterima tentu punya alasan terbesar untuk bersujud syukur.

Bacaan Sujud Syukur

سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Subḥānallāh, wal-ḥamdu lillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘aẓīm.

“Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.”

Kotak Untung

Paket tobat malam ini:

  1. Berwudhu dengan tenang.
  2. Shalat taubat dua rakaat.
  3. Membaca Sayyidul Istighfar.
  4. Mengucapkan Ikrar Tobat Nasuha.
  5. Menutup dengan doa, lalu tidur dalam keadaan suci.

Bagian Enam

Istiqamah

Menjaga untung tetap mengalir

Sedikit tetapi terus-menerus mengalahkan banyak tetapi sesekali.

Bab 13

Doa Harian Sang Pejuang Tobat

Doa adalah sabuk pengaman tobat. Ia menjaga hati tetap tersambung kepada Allah dari bangun tidur sampai tidur lagi.

Sabda Nabi ﷺ

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling rutin dikerjakan, meskipun sedikit.”

HR. Al-Bukhari dan Muslim

Dari bangun tidur sampai tidur lagi, hati tetap tersambung kepada-Nya.

Bangun Tidur

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Alḥamdu lillāhil ladzī aḥyānā ba‘da mā amātanā wa ilaihin nusyūr

Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan hanya kepada-Nya kami kembali.

Masuk Kamar Mandi

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal khubutsi wal khabā’its

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan.

Keluar Kamar Mandi

غُفْرَانَكَ، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنِّي الْأَذَىٰ وَعَافَانِي

Ghufrānaka. Alḥamdu lillāhil ladzī adzhaba ‘annil adzā wa ‘āfānī

Aku memohon ampunan-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kotoran dariku dan menyehatkanku.

Lihat: bahkan doa keluar kamar mandi diawali permohonan ampun!

Bercermin

اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي

Allāhumma kamā ḥassanta khalqī fa ḥassin khuluqī

Ya Allah, sebagaimana Engkau telah membaguskan rupaku, maka baguskanlah akhlakku.

Keluar Rumah

بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Bismillāhi tawakkaltu ‘alallāh, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh

Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

Masuk Rumah

بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

Bismillāhi walajnā, wa bismillāhi kharajnā, wa ‘alallāhi rabbinā tawakkalnā

Dengan nama Allah kami masuk, dengan nama Allah kami keluar, dan kepada Allah, Tuhan kami, kami bertawakal.

Masuk Masjid

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Allāhummaftaḥ lī abwāba raḥmatik

Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu.

Keluar Masjid

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Allāhumma innī as’aluka min faḍlik

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon karunia-Mu.

Sebelum Makan

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allāhumma bārik lanā fīmā razaqtanā wa qinā ‘adzāban nār

Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.

Sesudah Makan

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِينَ

Alḥamdu lillāhil ladzī aṭ‘amanā wa saqānā wa ja‘alanā muslimīn

Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, serta menjadikan kami orang-orang muslim.

Untuk Kedua Orang Tua

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Rabbighfir lī wa liwālidayya warḥamhumā kamā rabbayānī ṣaghīrā

Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.

Sebelum Tidur

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ

Bismika Allāhumma aḥyā wa bismika amūt

Dengan nama-Mu, ya Allah, aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati.

Bab 14

Doa untuk Keluarga dan Negeri

Orang yang bertobat tidak ingin selamat sendirian. Ia mendoakan pasangan, anak, dan negerinya.

Doa Kehidupan

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a‘yun waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā

Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan: 74)

Memohon Anak yang Saleh

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Rabbi hab lī minaṣ ṣāliḥīn

Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang termasuk orang-orang saleh. (QS. Ash-Shaffat: 100)

Sebelum Berhubungan Suami Istri

بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Bismillāh, Allāhumma jannibnasy syaiṭāna wa jannibisy syaiṭāna mā razaqtanā

Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan, dan jauhkanlah setan dari apa (keturunan) yang Engkau karuniakan kepada kami. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hijab: Hijrah yang Terlihat

Seri Webtoon · Episode 14

Puncak Haru: Ketika Ida Mantap Berhijab Menjemput Hidayah

MASYAALLAH TABARAKALLAH!

Pagi itu di majelis ilmu, suasana mendadak hening penuh haru. Ida melangkah masuk dengan mengenakan hijab syar’i yang anggun dan menutup dada, wajahnya memancarkan ketenangan yang belum pernah terlihat sebelumnya.

IdaAssalamu‘alaikum, Ustadz Nur, Untung… Mulai hari ini, dengan menyebut nama Allah, aku tidak mau lagi bersembunyi di balik alasan “belum dapat hidayah”.

IdaDulu aku berkata “yang penting hatinya dulu dihijabi”. Sekarang aku paham: justru karena hatiku ingin taat dan dicintai Allah, maka ragaku pun tunduk mengenakan hijab sesuai perintah-Nya dalam QS. Al-Ahzab: 59!

HARU & SYUKUR!

UntungMasyaallah, alhamdulillah! Ikut terharu dan bangga melihatmu, Ida! Wajahmu kelihatan jauh lebih tenang dan bercahaya!

Ustadz NurAlhamdulillahilladzi bini‘matihi tatimmush shālihāt! Lihatlah penutup ayat hijab itu, Nak Ida: “Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” Allah menyambut langkah hijrahmu dengan ampunan dan kasih sayang, serta menjaga kehormatanmu dunia akhirat!

DAMAI DI HATI

IdaBenar sekali, Ustadz… Ajaib rasanya! Begitu kain hijab ini menutup kepalaku dan dadaku karena Allah, rasa galau, gelisah, dan haus pujian manusia yang dulu menyiksaku langsung diganti Allah dengan rasa aman, tenteram, dan damai!

UntungDan sekarang, mari kita doakan kedua orang tua kita, calon keluarga kita agar menjadi qurrata a‘yun, serta negeri kita tercinta agar selalu diberkahi Allah!

Firman Allah

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

QS. Al-Ahzab: 59

Perhatikan penutup ayat ini: Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Siapa pun yang baru memulai hijrah busananya tidak perlu malu dengan masa lalunya. Allah menyambutnya dengan ampunan.

Doa untuk Negeri

Doa

اللَّهُمَّ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا مُجِيبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّ إِذَا دَعَاكَ، نَسْأَلُكَ أَنْ تُعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَنْ تُذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَأَنْ تُدَمِّرَ أَعْدَاءَ الدِّينِ، وَأَنْ تَجْعَلَ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلَادِ الْإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِينَ

“Ya Allah, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya, Pemilik segala keagungan dan kemuliaan, Yang Maha Mengabulkan doa orang yang berada dalam kesulitan bila ia berdoa kepada-Mu. Kami memohon kepada-Mu agar Engkau memuliakan Islam dan kaum muslimin, menghinakan kemusyrikan dan orang-orang musyrik, menghancurkan musuh-musuh agama, dan menjadikan negeri ini serta seluruh negeri kaum muslimin aman dan tenteram.”

Bab 15

Mutiara Hikmah

Bekal kecil untuk perjalanan panjang.

Mutiara hikmah berikut masyhur dinisbatkan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallāhu ‘anhu. Kami menghadirkannya sebagai nasihat untuk direnungkan, bukan sebagai riwayat yang telah diteliti sanadnya.

Seri Webtoon · Episode 15

Bintang Bersinar Paling Terang di Malam yang Gelap

MUTIARA HATI

IdaUstadz, kutipan hikmah ini menggambarkan perjalanan kami berdua: “Jangan biarkan hatimu berlarut-larut dalam kesedihan atas masa lalu… Hanya di malam yang paling gelaplah bintang-bintang tampak bersinar lebih terang.”

BEKAL ISTIQAMAH

Ustadz NurJadikan mutiara hikmah ini pengingat seumur hidup, Nak Untung dan Nak Ida: jangan pernah merasa kesepian di jalan kebenaran, sibukkan diri memperbaiki kekurangan sendiri, dan pilihlah sahabat sejati yang selalu mengingatkan kalian kepada Allah.

Jalan kebenaran

“Jangan merasa kesepian di jalan kebenaran hanya karena sedikitnya orang yang berada di sana.”

Jangan berlarut-larut

“Jangan biarkan hatimu berlarut-larut dalam kesedihan atas masa lalu, atau kamu tidak akan pernah siap menghadapi apa yang akan datang.”

Muhasabah diri

“Berbahagialah orang yang kesalahannya sendiri menyibukkannya dari melihat kesalahan orang lain.”

Bersinar terang

“Jangan biarkan kesulitan membuatmu gelisah. Bagaimanapun juga, hanya di malam yang paling gelaplah bintang-bintang tampak bersinar lebih terang.”

Obat hati

“Firman Allah adalah obat bagi hati.”

Memaafkan

“Memaafkan adalah kemenangan terbaik.”

Memegang teguh sunnah

“Aku tidak akan meninggalkan sunnah Nabi demi kepentingan siapa pun.”

Pesimis dan optimis

“Orang yang pesimis melihat kesulitan di setiap kesempatan, sedangkan orang yang optimis melihat kesempatan di setiap kesulitan.”

Murah hati

“Banyak persoalan pelik yang berhasil diselesaikan dengan sikap murah hati.”

Hidup yang menyenangkan

“Ada dua cara menjalani hidup yang menyenangkan: berada di dalam hati seseorang, atau berada di dalam doa seseorang.”

Teman sejati

“Teman sejati adalah dia yang menasihatimu ketika melihat kesalahanmu, dan membelamu ketika kamu tidak ada.”

Tiga kesempatan

“Seorang teman belum bisa disebut teman sampai ia diuji dalam tiga kesempatan: saat kamu membutuhkannya, di belakangmu, dan setelah kematianmu.”

Menguji karakter

“Jika ingin menguji karakter seseorang, hormatilah dia. Jika karakternya baik, ia akan lebih menghormatimu. Jika buruk, ia akan merasa paling hebat.”

Berhentilah

“Berhentilah membicarakan apa yang tidak kamu ketahui dan apa yang bukan urusanmu.”

Hati penuh kebencian

“Lebih mudah mengubah gunung menjadi debu daripada menanamkan cinta di hati yang dipenuhi kebencian.”

Menjaga rahasia

“Rahasiamu adalah tawananmu. Jika kamu melepaskannya, kamulah yang menjadi tawanannya.”

Penutup

Untung & Ida Sudah Pulang

Perjalanan buku ini selesai. Perjalananmu baru dimulai.

ALHAMDULILLAH!
Fajar selalu datang bagi siapa saja yang mau pulang.
Seri Webtoon · Episode 16

Finale: Hati yang Tenteram dalam Pelukan Hidayah-Nya

FAJAR KEDAMAIAN

Mentari pagi terbit menghangatkan halaman masjid. Tidak ada lagi wajah murung dan mata gelisah—yang tampak kini adalah ketenteraman iman di wajah Untung dan Ida.

UntungUstadz, dulu kami datang ke sini dengan dada sesak, galau, dan merasa sudah terlanjur jauh dari Allah. Sekarang aku paham: namaku Untung, dan tobat membuatku benar-benar untung!

IdaAku juga bersyukur tidak lagi menunda hidayah, Ustadz. Ternyata berhijab dan taat kepada Allah tidak mengambil kebahagiaanku—justru menghadiahkan rasa tenteram dan damai yang selama ini gagal kutemukan di luar sana!

PESAN SEUMUR HIDUP

Ustadz NurAlhamdulillah, Nak Untung, Nak Ida. Ingatlah selalu: tobat bukan perjalanan sekali jalan, melainkan nafas kita setiap hari. Setiap kali hati mulai goyah, cepatlah berwudhu, bersujud, dan pulang kembali kepada-Nya.

TOBAT YUK, PASTI UNTUNG!

Untung & IdaBuat sahabat pembaca yang hatinya sedang galau, merasa terlanjur jauh dari iman, atau masih ragu menjemput hidayah: jangan tunggu nanti ya! Tobat yuk, pasti untung!

Pembaca yang dirahmati Allah, mungkin suatu hari kamu akan jatuh lagi. Tidak apa-apa. Pintu-Nya tetap terbuka, dan Dia lebih gembira menyambutmu daripada musafir yang menemukan kembali untanya. Bertobatlah setiap hari, sekecil apa pun langkahmu, karena tobat selalu untung.

Ikrar Penutup

Ya Allah, niat hamba bersyahadat:
Islamkan, imankan, ihsankan, istiqamahkan, takwakan, ikhlaskan hamba.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Jadikanlah hamba umat Nabi Muhammad bin Abdullah, putra Aminah, Rasulullah ﷺ.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ

Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad wa ‘alā āli Muḥammad

Lembar Komitmen Harian

Centang yang sudah kamu kerjakan hari ini. Catatan ini hanya tersimpan di perangkatmu sendiri dan kosong kembali keesokan harinya, siap untuk hari baru.

0 / 7

Untung hari ini

Doa Penutup Majelis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Subḥānakallāhumma wa biḥamdika, asyhadu allā ilāha illā anta, astaghfiruka wa atūbu ilaik

“Mahasuci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi tiada tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan-Mu dan bertobat kepada-Mu.”

HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi

Daftar Pustaka

Rujukan

  1. Al-Qur’an Al-Karim dan terjemahannya.
  2. Ṣaḥīḥ Al-Bukhārī, Imam Muhammad bin Isma‘il Al-Bukhari.
  3. Ṣaḥīḥ Muslim, Imam Muslim bin Al-Hajjaj.
  4. Sunan At-Tirmidzī, Imam Abu ‘Isa At-Tirmidzi.
  5. Sunan Abī Dāwud, Imam Abu Dawud As-Sijistani.
  6. Sunan Ibni Mājah, Imam Ibnu Majah Al-Qazwini.
  7. Musnad Aḥmad, Imam Ahmad bin Hanbal.
  8. Al-Mu‘jam Al-Kabīr, Imam Ath-Thabrani.
  9. ‘Umdatul Aḥkām, Al-Hafizh Abdul Ghani Al-Maqdisi.
  10. Jāmi‘ Al-‘Ulūm wal-Ḥikam, Ibnu Rajab Al-Hanbali.
  11. Az-Zuhd, Abdullah bin Al-Mubarak.
  12. Al-Arba‘īn An-Nawawiyyah, Imam An-Nawawi.
  13. Al-Bidāyah wan-Nihāyah, Ibnu Katsir.
  14. Aḍ-Ḍau’ Al-Lāmi‘ li Ahli Al-Qarn At-Tāsi‘, As-Sakhawi.
  15. Jalan Tobat dan Raih Ampunan, Maulana Amratulloh (edisi sebelumnya).

Di Balik Buku

Tentang Penulis & Penerbit

Maulana Amratulloh

Penulis dan Ketua Pembina Yayasan Amratulloh International Academy yang berkedudukan di Kabupaten Bogor, sekaligus penggagas Matematika Hijaiyyah. Melalui tulisan-tulisannya, ia mengajak pembaca kembali kepada Allah dengan bahasa yang hangat, sederhana, dan mudah diamalkan.

Tobat Yuk, Pasti Untung! adalah edisi pembaruan dari karyanya, Jalan Tobat dan Raih Ampunan.

Logo AMRA Publishing

AMRA Publishing

Lembaga penerbitan di bawah Yayasan Amratulloh International Academy, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. AMRA Publishing menerbitkan buku-buku keislaman dan pendidikan yang mencerahkan.

akademihijaiyyahindonesia.com

Pernah merasa terlalu jauh untuk kembali?

Merasa dosa sudah setinggi gunung, sementara hati masih ragu melangkah? Buku ini mengajakmu pulang.

Bersama Untung, Ida, dan Ustadz Nur, kamu akan menyusuri perjalanan dari titik nol saat hati gelisah dan jauh dari iman: memperbarui ikrar syahadat, meluruskan niat, berani berhijrah, mempraktikkan tobat nasuha langkah demi langkah, hingga menjaga istiqamah lewat doa harian.

Disusun dengan bahasa yang hangat, berlandaskan Al-Qur’an dan hadis, serta dihidupkan dengan ilustrasi komik yang penuh semangat.

“Bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31)

AMRA Publishing
ISBN
dalam proses